Leonard Cohen, Penyanyi Legendaris “Hallelujah” Meninggal Dunia

Leonard Cohen (sumber: Leonard Cohen (sumber: www.amazon.com))
Leonard Cohen (sumber: Leonard Cohen (sumber: http://www.amazon.com))

Dunia kembali kehilangan musisi terbaiknya. Penyayi sekaligus penulis lagu legendaris asal Kanada, Leonard Cohen meninggal dunia pada usia 82 tahun, Kamis 10 November 2016 waktu Kanada. Pengumuman tersebut disampaikan dengan kesedihan melalui akun Facebook-nya.

“Kami kehilangan satu dari visioner yang paling dihormati dan produktif di bidang musik. Sebuah peringatan akan diadakan di Los Angeles, kemudian hari. Keluarganya meminta kepedulian atas privasi mereka dalam waktu berduka ini,” demikian terjemahannya yang saya kutip dari salah satu situs berita Canada.

Ucapan duka juga dirasakan Walikota Montréal, Denis Coderre. Melalui akun Twitter-nya, ia meminta pengibaran bendera setengah tiang di balai kota untuk menghormati salah satu orang besar Montréal.

Dalam interview Oktober 2016 lalu untuk media New Yorker, komposer yang baru meluncurkan album ke-14 sekaligus terakhirnya bertajuk “You Want It Darker” itu juga mengaku, siap mati.

Cohen yang berdampak pada generasinya saat itu, telah mengukir banyak prestasi pada perjalanan kariernya. Ia dilantik sebagai “Panthéon Des Auteurs et Compositeurs Canadiens en 2006” atau “Songwriters Hall of Fame Kanada Tahun 2006”. Penyanyi yang terkenal dengan lagunya “Hallelujah” dan “Suzanne” itu juga menerima Montreal Jazz Festival Spirit Award yang menekankan kualitas, inovasi dan pengaruh yang menentukan dari penyanyi dan penulis lagu populer internasional.

Sebelumnya, pada usia 17 tahun, pria yang pernah belajar di Universitas McGill itu membentuk trio musik musique country-western bernama Buckskin Boys. Selama perjalanan kariernya bermusik, Huffingtonpost Prancis melaporkan bahwa pria kelahiran Montréal, 21 November 1934 itu telah menulis banyak lagu dalam beberapa dekade terakhir. Beberapa generasi sudah menyanyikan dan menari dengan karya-karyanya yang terkenal. Lagunya berjudul “Suzanne” atau “So Long Marianne” yang diluncurkan tahun 1967 mengilustrasikan, koleksi lagu pertamanya yang mengindikasikan ketidakbahagiaan dan cinta yang frustasi.

Sementara sosoknya sebagai penyair, dikenal dari koleksi puisi pertamanya berjudul “Let Us Compare Mythologies” atau “Biarkan Kami Membandingkan Mitologi” yang dirilis tahun 1956. Sementara karya keduanya bertajuk “Spice Box of Earth” atau “Kotak Rempah Bumi” yang diterbitkan tahun 1961 membawanya meraih pengakuan di tingkat internasional.

Bandung, 11 November 2016

Luana Yunaneva

Sebelumnya, tulisan ini pertama kali dipublikasikan untuk Kompasiana

Advertisements

3 Comments Add yours

  1. cerita4musim says:

    sedih ya, kita seharian itu pas di jalan dan dengerin album baru nya Leonard Cohen, berkali2 di liriknya dia nyebut : oh Lord I m ready

    Like

    1. iya, bener, mbak. Lagi-lagi dunia kehilangan musisi legendarisnya

      btw, blognya keren, Mbak. Salam kenal yaaa 🙂

      Like

  2. turut berduka
    satu dari lagu favorit saya ini

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s