Jangan Buru-buru, Siapkan Liburanmu Sematang Mungkin

Menjelang akhir pekan terutama long weekend, sebagian orang sudah menyiapkan rencana bepergian baik ke tempat wisata di dalam kota, mau pun mencari suasana baru ke kota lain. Bisa dipastikan pula, kota-kota yang terkenal dengan berbagai tempat wisata menarik seperti Bandung, Malang, dan Bali akan dipenuhi wisatawan domestik dan mancanegara. Tiket pun sudah dipesan jauh-jauh hari bahkan bulan sebelumnya demi mendapatkan bangku sesuai keinginan dan harga terjangkau.

Berhubung saya pecinta kereta api untuk bepergian ke luar kota, saya ingin bagikan salah satu pengalaman unik semoga Kompasianers bisa mempersiapkan liburan bersama orang-orang terkasih (maupun sendiri, hehehe) dengan tenang dan menyenangkan.

Rencanakan betul tujuan bepergian, mulai tempat-tempat yang akan dikunjungi, durasi perjalanan dan berwisata, tempat menginap, pakaian secukupnya, barang bawaan, dan biaya yang dibutuhkan (ini yang paling penting). Tapi lebih enak memang kalau ada teman yang bisa diajak bepergian sekaligus, apalagi di kota lain, karena biasanya dia atau mereka bisa merekomendasikan tempat-tempat wisata yang bagus dan kuliner yang enak *nomnomnom*. Syukur-syukur kalau mereka ada tempat tinggal di sana, bolehlah kita menumpang bermalam, tapi jangan lupa bawakan oleh-oleh atau traktir makan sebagai ucapan terima kasih. Kalau tidak, jangan lupa anggarkan biaya penginapan supaya kita bisa beristirahat dengan cukup untuk menabung stamina travelling keesokan harinya. (Tapi berhubungan tips ini sudah banyak didapat di internet, jadi saya nggak perlu mengulas lebih jauh karena bukan ini yang menjadi fokus saya, hehehe).

Back to my story! Tujuan liburan sudah aman. Saatnya cari tiket!

Beberapa waktu yang lalu, saya sudah janjian dengan beberapa teman untuk menghadiri sebuah seminar sekaligus reunian di Jakarta, Sabtu 30 Januari 2016. Kesepakatan sudah dibuat. Penginapan juga sudah siap. Saya pun browsing tiket kereta api Argo Parahyangan di tanggal yang sudah ditentukan. Masih banyak bangku kosong dan saya leluasa memilih tiket, mulai harga termurah sampai termahal. Tiket pun saya beli online agar tidak membuang waktu. Toh fasilitas pembelian dan pembayaran online dari PT. Kereta Api Indonesia (KAI) sekarang sudah sangat memudahkan pelanggannya. Nggak perlu antre dan meninggalkan pekerjaan di kantor.

H-1 keberangkatan pun saya juga masih nyantai. Packing pun baru saya lakukan malam hari karena ada beberapa hal yang harus saya selesaikan sepulang bekerja. Barang bawaan pun nggak banyak. Isi tas ransel hanya pakaian secukupnya mengingat saya hanya menginap semalam.

Akhirnya hari H pun tiba. Tidur terlalu larut pada Jumat 29 Januari malam, membuat istirahat saya kurang maksimal. Meski barang sudah dipersiapkan sebelumnya, saya pun terburu-buru pagi harinya. Bersyukur, jarak tempat tinggal ke stasiun cukup dekat. Belum lagi supir angkot yang rela mengambil jalan pintas dengan kecepatan cukup tinggi di pagi hari, meski penumpangnya cuma saya seorang. Mungkin ia tahu kalau saya buru-buru pergi ke stasiun, padahal biasanya angkot ini mengambil jalan memutar dengan kecepatan sangat pelan. Bersyukur lagi, jalanan sangat lengang, nggak seperti biasanya.

Setiba di stasiun yang terletak di Jalan kebon Kawung, Bandung itu, masih ada jeda setengah jam sebelum keberangkatan kereta. Nutut donk kalau saya mau cetak tiket. Saya pun berjalan dengan santai.

Tapi mungkin lagi apes kali ya? Mesin pencetak tiket error, pemirsa! Seluruh penumpang yang belum mencetak tiket pun panik dan saling bertanya serta memberitahu, meski tidak mengenal satu sama lain.Setelah 15-20 menit menunggu, petugas pun meminta kami yang lagi galau langsung ke Customer Service (CS) untuk mencetak tiket. Apesnya lagi, saya baru menyadari, ternyata saya SALAH PILIH TANGGAL KEBERANGKATAN! Tiket yang saya pesan nyatanya untuk Sabtu 6 Februari 2016. Saya pun teringat, ketika saya memesan tiket sebelumnya, saya juga memang mencari tiket untuk memanfaatkan long weekend pada Sabtu sampai Senin, 6-8 Februari 2016.

Saya pun lapor ke petugas KAI. Katanya, saya harus ke bagian pemesanan tiket. Ok, biar aman, saya harus memesan tiket lagi untuk keberangkatan hari itu. Tapi antrian cukup panjang dan jaringan internet di Stasiun Kota Bandung saat itu sedang bermasalah. Semuanya. Sempurna, batin saya saat itu.

Ning nong ning nuuuuung, ning nong ning nuuuuuuung. Pertanda kereta berangkat. Pukul 06.30 kereta Argo Parahyangan seolah melambaikan gerbongnya kepada saya dan mengucapkan selamat tinggal. Sedih. Lalu bagian ticketing KAI menyarankan orang-orang tadinya berniat membeli tiket go show keberangkatan jam itu, untuk ikut keberangkatan jam berikutnya yaitu pukul 07.30. Nggak papa-lah, yang penting jadi berangkat. Perjalanan pun aman sampai tujuan Stasiun Gambir. Kereta yang tidak penuh membuat saya nyaman membaca buku dan menikmati sarapan di tempat duduk. Ceritanya pindah sarapan aja nich, hehehe…

Setiba di Stasiun Gambir, saya pun mencetak tiket untuk kembali ke Kota Bandung, kota kediaman untuk saat ini. Maklum, pengalaman mendadak cetak tiket dan apesnya bermasalah pagi hari, membuat saya kapok. Nggak ingin melakukan hal serupa. Tiket yang sudah selesai dicetak pun saya masukkan celana jeans yang saya kenakan. Lalu saya memesan gojek untuk pergi ke kawasan Pasar Baru, tempat acara sekaligus reuni.

Setiba di tempat tujuan, saya pun merasa senang, ternyata lokasinya tidak jauh dari stasiun. Baru sekitar 15 menit saya mengobrol dengan teman-teman baru di acara itu, tiba-tiba ada yang menyebut nama saya,”Ada yang namanya Luana?” Saya pun mengangkat tangan kebingungan (tapi nggak pake lambaikan ke kamera lho, hehe). Ternyata ada yang mencari saya. Si bapak gojek. Kata bapak yang saya tidak ketahui namanya itu, tiket saya ketinggalan di helm yang saya kenakan. Beliau baru mengetahuinya setelah mengantarkan saya dengan selamat. Saya lihat, benar ini tiket saya tadi. Agak bingung juga, gimana ceritanya tiket ini bisa ada di helm bapak tadi. Positive thinking saja, mungkin sewaktu mengeluarkan uang pembayaran dari kantong celana, tiket pun ikut keluar. Lalu terjatuh di helm saat saya membayar dan mengembalikan helm. Lagi-lagi saya ceroboh!

Saya pun mengambil hikmah dari perjalanan singkat tadi, yang mungkin Kompasianers juga pernah alami:

1.       Sebelum deal memesan dan membayar tiket online, cek lagi tanggal, jam, dan tujuan keberangkatan. Kalau perlu, cek beberapa kali, jangan sampai salah. Persiapan lebih dini dan matang, itu lebih baik. Iya sich tiket bisa di-refund kalau salah atau nggak jadi berangkat, tapi kan sayang juga kalau kena biaya administrasi. Kasihan juga kalau ternyata ada orang lain yang lebih memerlukan tiket tersebut.

2.       Jangan terburu-buru! Ketidaksiapan satu hal bisa mengacaukan segalanya. Pastikan punya waktu untuk meyakinkan bahwa tidak ada sesuatu yang terlewatkan.

3.       Istirahat cukup sebelum keberangkatan.

4.       Letakkan tiket di bagian tas yang mudah dijangkau. Jangan ditaruh kantong celana atau baju! Lantaran bisa berpotensi jatuh atau terbawa (bahasa Jawanya: katut) orang lain saat membayar atau mengeluarkan sesuatu dari kantong.

Semoga bermanfaat! Selamat liburan, semuanya!

Ilustrasi

 

Bandung, 5 Februari 2016

Luana Yunaneva

Tulisan ini pertama kali dipublikasikan untuk Kompasiana, selanjutnya di-posting ke blog pribadi penulis

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s