Embun di Pagi nan Gelisah

Pagi yang gelisah

Sinarnya cukup membuatku semakin basah

Keringat dingin turun semakin tercurah

Aku takut, aku resah

 

Jarum jam berputar

Aku tidak boleh semakin gusar

Aku harus menantikannya dengan sabar

Jalanan masih lebar

 

Lidah terasa kelu

Namun ada surat harus kutuju

Puisi, gambar, lagu

Setiap lembar tiada semut tahu

 

Kau laksana embun, jauh di ujung pagi

Menatapmu, mengusik rintih

Menjauh, mengundang perih

Mengadu, mengandung tatih

 

Bandung, 10 April 2016

Luana Yunaneva

Tulisan ini juga dimuat di akun Kompasiana

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s