FINNO AND I

Namanya Finno, lengkapnya Finno Arius. Dari namanya, bisa dibayangkan betapa gantengnya dia. Tapi sayang, dia bukan sosok lelaki yang gagah, ganteng, baik hati, nggak sombong, dan rajin menabung. Finno est mon premiere piano. Ya, Finno adalah piano pertamaku, dengan merek Yamaha type YDP142. Pada 8 Mei 2015 lalu, umurnya genap setahun mengisi  kehidupanku.

 Bagi banyak orang, sepertinya memiliki sebuah barang adalah hal biasa. Tapi tidak tentang Finno, bagiku. Membayangkan memilikinya saja sudah berat bagiku. Dulu.
Tapi bersyukur, Tuhan memberkatiku sehingga aku bisa memilikinya. Dan aku berniat menjaga dan menurunkannya untuk anakku, kelak. Harapannya, buah hatiku nanti bisa belajar memainkan si hitam-putih ini sedini mungkin untuk melayani Tuhan, serta memberi dampak untuk otak dan psikologinya.
Kenapa aku ngoyo alias berusaha keras
supaya anakku nanti bisa belajar memainkan piano sejak usia dini?
Kalau perlu mengenalkannya pada musik sejak di dalam kandungan.

Menurut penelitian dalam Journal of Neuroscience yang dikutip Kompas.com, anak-anak yang belajar musik sejak usia dini, terutama sebelum umut 7 tahun, memiliki keterampilan lebih tinggi pada perkembangan sinkronisasi auditori dan visual sensorimotor. Pasalnya, mereka cenderung memiliki area putih di otak (corpus callosum) yang lebih banyak. Corpus callosum terbentuk dari serat saraf yang bertugas menyediakan konektor antara area motor di sisi kiri otak dengan sisi kanan.

Peneliti Virginia Penhune mengatakan bahwa mempelajari alat musik tentu membutuhkan koordinasi antara tangan dan visual atau kemampuan auditori. Pengenalan sejak anak masih kecil akan meningkatkan maturasi dari sambungan antara area otak motor dan sensori.

Memang sich anak nggak bakalan langsung secerdas Einstein dengan langsung melakukan penelitian-penelitian yang menghebohkan dunia, tetapi anak akan memiliki sejumlah ketrampilan tambahan. Sebut saja kemampuan berkomunikasi,tingkat antusias, dan gayanya. Mereka juga bisa lebih santai dalam hidup dan bisa tidur lebih nyenyak.


PicturePengennya nanti kalau punya anak, bisa main piano terus nunjukkin ekspresi kayak gini. Kan keren tuch!

Advertisements

4 comments

  1. Dari kompasiana jadi nyasar sampai ke sini, aku follow ya dek. Ah, senangnya punya Finno, aku belum kesampean punya di sini, terlalu banyak yang dipertimbangkan dengan tetangga. Selamat menikmati kebersamaan kalian 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s